BALIBET AGEN CASINO SBOBET - Pelatih Anderlecht John van den Brom mengaku tidak puas terhadap
kepemimpinan wasit Wolfgang Stark setelah timnya kalah 3-1 dari
Olympiakos.
Pada laga terakhir Grup C, yang mengirim tim Yunani ke babak 16 Besar Liga Champions, dianggap kontroversial karena Anderlecht harus mendapati tiga pemainnya diusir wasit - Cheikhou Kouyate, Fabrice N’Sakala dan kiper Silvio Proto, juga menerima tiga penalti yang dua diantaranya diamankan Proto.
Meski sadar timnya akan kalah, Van den Brom tetap kecewa dengan sejumlah keputusan pengadil lapangan hijau.
“Mari mulai sejak awal - sudah jelas bagi saya bahwa kami tak akan memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.
“Apakah semua keputusan orang ini [wasit Wolfgang Stark] salah? Ya.”
“Saya juga mendengar ini pertandingan terakhir di Liga Champions untuk sang wasit. Saya bahagia untuk tim lain di Liga Champions. Tapi ini memalukan.”
“Secara keseluruhan, ini telah menjadi kampanye yang mengecewakan,” tandas Van den Brom.
Javier Saviola mencetak dua gol yang membawa Olympiakos menyegel satu tempat di fase gugur, sekaligus mengeliminasi Benfica yang di saat bersamaan menaklukkan Paris Saint-Germain 2-1.
Pada laga terakhir Grup C, yang mengirim tim Yunani ke babak 16 Besar Liga Champions, dianggap kontroversial karena Anderlecht harus mendapati tiga pemainnya diusir wasit - Cheikhou Kouyate, Fabrice N’Sakala dan kiper Silvio Proto, juga menerima tiga penalti yang dua diantaranya diamankan Proto.
Meski sadar timnya akan kalah, Van den Brom tetap kecewa dengan sejumlah keputusan pengadil lapangan hijau.
“Mari mulai sejak awal - sudah jelas bagi saya bahwa kami tak akan memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.
“Apakah semua keputusan orang ini [wasit Wolfgang Stark] salah? Ya.”
“Saya juga mendengar ini pertandingan terakhir di Liga Champions untuk sang wasit. Saya bahagia untuk tim lain di Liga Champions. Tapi ini memalukan.”
“Secara keseluruhan, ini telah menjadi kampanye yang mengecewakan,” tandas Van den Brom.
Javier Saviola mencetak dua gol yang membawa Olympiakos menyegel satu tempat di fase gugur, sekaligus mengeliminasi Benfica yang di saat bersamaan menaklukkan Paris Saint-Germain 2-1.


0 komentar:
Posting Komentar